Penampakan Hantu Michael Jackson
Penampakan hantu Michael Jackson ini ditemukan saat wawancara yang disiarkan oleh CNN di Neverland. Video hantu terbaru ini dikirimkan oleh seorang fans Michael Jackson di YouTube. Apakah benar itu merupakan arwah sang maestro Pop yang gentayangan?
Ledakan di Marriot dan Ritz Carlton
um'at, 17 Juli 2009, 16:48 WIB
| ||
VIVAnews
- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mensinyalir ledakan yang terjadi di
Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terkait erat dengan kelompok
teroris. Ia memiliki bukti soal keterlibatan kelompok ini.
Ledakan
di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang terjadi pukul 07.45 WIB dan
pukul 07.47 WIB telah menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang.
SBY mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Istana Negara, Jumat 17 Juli 2009. Berikut pernyataan lengkap SBY:
Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua,
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin,
Saudara-saudara,
rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini
adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau
pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini
diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu
jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi
Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh
seluruh rakyat Indonesia.
Aksi yang tidak berperi kemanusiaan
ini, juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak
berdosa. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini atas nama negara dan
pemerintahan dan selaku pribadi, maka bagi para keluarga yang
ditinggalkan saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang
sedalam-dalamnya. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban,
hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saudara-saudara,
aksi pemboman yang keji dan tidak berperikemanusiaan ini serta tidak
bertanggungjawab ini, terjadi ketika baru saja bangsa Indonesia
melakukan pemungutan suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu.
Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini,
juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tepat,
aman, tenang dan damai, dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilu
2009 ini kita semua segera bersatu, membangun kembali negara kita,
untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Terus terang juga, aksi
pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan
politik di tingkat elit disertai sebagaimana yang saya ikuti setiap
hari, ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu
yang panas dan penuh dengan permusuhan yang itu sesungguhnya bukan
menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban
demokrasinya beberapa saat yang lalu.
Saudara-saudara saya
yakin, hampir semua diantara kita merasa prihatin, berduka, prihatin,
dan menangis dalam hati, seperti yang saya rasakan. Memang ada
segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak
dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkara murkaan. Mereka
segelintir orang itu tidak memilki rasa kemanusiaan dan tidak perduli
dengan kehancuran negara kita, akibat aksi teror ini yang dampaknya
luas bagi ekonomi kita iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra
kita dimata dunia dan lain-lain lagi.
Saat ini saudara-saudara
disamping kita pemerintah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk
merawat saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam aksi pemboman
ini investigasi juga tengah dilakukan. Saya telah menerima laporan awal
dari investigasi yang sedang berlangsung ini. Setelah saya menerima
laporan awal, saya telah menginstruksikan kepada Polri, Badan Intelejen
Negara, dan badan lembaga-lembaga lain terkait untuk melakukan
investigasi secara cepat dan menyeluruh serta mengadili
pelaku-pelakunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Saya
yakin sebagaimana yang dapat kita ungkapkan diwaktu yang lalu, para
pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan
dapat kita tangkap dan akan kita adili secara hukum. Saya juga
menginstruksikan kepada para penegak hukum untuk juga mengadili siapa
saja yang terlibat dalam aksi terorisme ini, siapapun dia, apapun
status dan latar belakang
politiknya.
Pagi ini saya mendapat
banyak sekali pertanyaan, atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada
saya. Yang berteori paling tidak mencemaskan, kalau aksi teror ini
berkaitan dengan hasil pemilihan Presiden sekarang ini. Saya
meresponnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan
main duga begitu saja, semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan
secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan negara demokrasi.
Oleh karena itu norma hukum dan norma demokrasi harus betul-betul kita
tegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersalah secara hukum, baru
kita bisa mengatakan yang bersangkutan salah.
Saya harus mengatakan untuk yang pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan
Presiden
dan pemillihan Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah
intelegen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi
ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun
kita pantau dan kita ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya
kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto
SBY dijadikan sasaran, dijadikan lisan tembak.
Saya tunjukkan,
ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih menembak (sambil
menunjukkan foto-foto yang didapat dari badan intelegen). Dua orang
menembak pistol. Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan
tembakan di wilayah muka saya, dan banyak lagi. Ini intelegen, ada
rekaman videonya, ada rekaman gambarnya, bukan fitnah bukan isu. Saya
mendapatkan laporan ini beberapa saat yang lalu.
Masih berkaitan
dengan intelegen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan
tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana
untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara
diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini
intelegen bukan rumah bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan kita bikin
Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun
juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan
apa arti ancaman seperti itu.
Dan puluhan intelegen lain yang
sekarang berada di pihak yang berwenang, tadi pagi terus terang
sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi,
Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum
steril, masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman setiap saat bisa
datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik.
Tetapi tentu hidup dan mati tentu di tangan Allah SWT, tidak boleh
terhalang untuk menjalankan tugas saya, untuk rakyat untuk negara ini.
Dan karena pengaman Presiden itu berada di pundak TNI saya yakin TNI
telah mengambil langkah-langkah seperlunya.
Terhadap semua
intelegen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman hari
ini atau tidak terkait, saya menginstruksikan kepada semua jajaran
penegak hukum untuk menjalankan tugasnya dengan benar, objectif tegas
dan dapat dipertanggungjawabkan, dapat dipertanggungjawabkan secara
hukum. Andaikata tidak terkait ancaman-ancaman yang tadi itu, dengan
aksi pemboman hari ini, tetaplah harus dicegah, harus dihentikan,
karena anarki, tindakan kekerasan, pengrusakan, tindakan melawan hukum
bukan karakter demokrasi, bukan karakter negara hukum. Sangat jelas,
atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan,
mengutuk keras aksi teror yang keji ini, saya juga sangat-sangat
prihatin dengan kejadian ini.
Barangkali atau biasanya dalam
keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang kurang berani
menyampaikan kecaman dan kutukannya, barangkali karena pertimbangan
politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu,
karena demikian amanah saya sebagai Kepala Negara.
Mengapa saya
sangat-sangat prihatin? Pertama, saudara tahu lima tahun terakhir ini
ekonomim kita tumbuh dengan baik, dunia usaha, kepariwisataan,
swasembada pangan, investasi, perdagangan, sektor riil semua bergerak,
meskipun kita menghadapi krisis-krisis global yang datang silih
berganti. Yang kedua satu minggu terakhir ini saja, nilai saham kita
menguat tajam, nilai tukar rupiah juga menguat. Dengan ekonomi yang
terus tumbuh, kesejahteraan rakyat kita sesungguhnya secara bertahap
terus juga meningkat, termasuk dapat dilaksanakannya program-program
penanggulangan kemiskinan, program-program pengurangan pengangguran
atau yang sering saya sebut dengan program pro rakyat.
Semua itu
terjadi saudara-saudara, karena tahun-tahun terakhir ini negara kita
benar-benar aman dan damai. Sehingga disamping ekonomi tumbuh, rakyat
kita diseluruh pelosok Tanah Air, bisa bekerja, bisa menjalani
kehidupan sehari-harinya dengan tenang, bebas dari rasa ketakutan.
Sementara itu citra kita di mata dunia tahun-tahun terakhir ini juga
makin meningkat, karena dunia menilai negara kita makin aman, tertib
dan damai. Negara kita memiliki kehidupan demokrasi yang makin mekar,
serta penghormatan kepada Hak Azasi Manusia yang makin baik, negara
yang ekonominya juga tumbuh, dan negara yang berperan dalam percaturan
global. Bahkan, ini yang sangat memilukan, sebenarnya kalau tidak ada
kejadian ini, klub Sepak bola terkenal di dunia, Manchaster United,
berencana untuk bermain di Jakarta.
(SBY kemudian terdiam lama)
Saudara-saudara dengan aksi-aksi teror yang keji dan tidak bertanggungjawab ini, apa yang kita bangun hampir lima tahun terakhir
ini,
oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia,
lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran. Lagi-lagi dampak
buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus
mereka-mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu.
Oleh
karena itu, kebenaran dan keadilan, serta tegakknya hukum harus
diwujudkan. Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya
cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas,
tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman ini, berikut otak dan
penggeraknya ataupun kejahatan-kejahatan lain yang mungkin atau dapat
terjadi di negeri kita sekarang ini.
Kepada Polri, TNI, BIN,
termasuk para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya minta untuk terus
meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi
teror. Dan kemudian yang lebih penting lagi, para penegak hukum harus
betul-betul mencari, menangkap dan mengadili para pelaku, para
penggerak, dan otak dibelakang kekerasan ini.
Barangkali ada
diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh,
menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih
lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka
menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima
tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan
aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan,
sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini,
terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa
dan negara kita.
Agar tugas untuk mencegah dan memberantas
terorisme ini serta kejahatan-kejahatan yang lain dapat dilaksanakan
dengan baik, intelegen harus benar-benar tajam. Pencegahan harus
benar-benar efektif. Polri, BIN, TNI harus benar-benar bersinergi sikap
lengah dan menganggap ringan sesuatu harus dibuang jauh-jauh. Ini
amanah kita kepada rakyat, kepada negara.
Kepada rakyat
Indonesia seraya juga meningkatkan kewaspadaan tetaplah menjalankan
provesi dan kehidupan saudara secara normal. Jika ada keganjilan,
segera beritahu Polri. Jangan biarkan kaum teroris beserta otaknya
berkeliaran di sekeliling saudara. Saudarapun bisa menjadi korban
setiap saat manakala kaum teroris itu dibiarkan merancang lagi
aksi-aksi terornya di negeri kita ini. Selanjutnya kedepan, saya
mengajak seluruh rakyat Indonesia, seluruh komponen bangsa, untuk
marilah kita lebih bersatu dan menjaga keamanan dan perdamaian di
negeri ini.
Bangsa manapun, agama apapun, kita semua tidak
membenarkan terorisme, apapun motif dan alasannya. Jangan ragu-ragu,
jangan setengah hati, dan jangan takut, untuk mencegah dan memberantas
terorisme. Sementara itu aksi teror yang terjadi hari ini jangan pula
menghalangi semangat dan upaya kita untuk membangun dan memajukan
negara kita ini. Kita terus berjuang dan membikin lebih baik, demokrasi
dan penghormatan HAM lebih baik, penegakan hukum, pembangunan daerah,
peningkatan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.
Memang ada
kerusakan akibat aksi terorisme hari ini, mari bersama-sama kita
perbaiki dan kemudian mari kita terus bangkit dan maju kembali. Kita
bangsa, negara, rakyat tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme.
Tidak boleh membiarkan kekerasan, ektrimitas dan kejahatan-kejahatan
lain, terus tumbuh di negeri ini. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT akan
melindungi kehidupan bangsa Indonesia. Dan dengan memohon ridha Allah,
SWT saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, saya akan terus berada di
depan, untuk menghadapi ancaman dan tangangan ini, serta untuk
mengemban tugas yang berat namun mulia ini.
Demikian pernyataan saya, terimakasih, Wassalamualaikum Wr Wb.
Ledakan Bom di Ritz Carlton dan Marriott
Ledakan hebat melanda kedua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan, JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuinigan, Jakarta, Jumat (17/9) pagi. Departemen Kesehatan merilis data sementara korban ledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton sejauh ini korban tewas 9 orang dan 55 lainnya luka berat. Foto-foto : VIVAnews/Tri Saputro
|
VIVAnews -
Sembilan orang tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz
Carlton, sekitar pukul 07.40 WIB. Bahan peledak ketiga yang belum
meledak ditemukan di lantai 18, tepatnya di kamar 1808. Ternyata,
penghuni kamar 1808 itu sudah menginap selama dua hari.
"Penghuni kamar 1808 sudah menginap sudah dua hari di kamar itu," kata seorang sumber VIVAnews yang memberikan keterangan di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2009.
Sebelumnya,
Kepala Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya Komisaris Besar
Murad Ismail membenarkan temuan bom di kamar 1808. Namun dia tidak
menjelaskan di gedung mana bom itu ditemukan.
"Bom aktif tapi
sudah dijinakkan," kata Murad kepada wartawan siang tadi. Menurut
Murad, bom yang telah dijinakkan itu telah dibawa ke Markas Komando
Brimob di Kelapa Dua, Jakarta.
Sembilan korban tewas akibat dua
ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Sebanyak
61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang
diantaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah
Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.
|
“Kalau ada yang menyatakan dalang aksi teror itu orang yang sakit hati dengan hasil Pemilihan Presiden, itu terlalu berlebihan,” kata Prabowo di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Jumat 17 Juli 2009.
Prabowo menilai pernyataan SBY itu tanpa pertimbangan matang dan terlampau buru-buru membuat kesimpulan. Padahal, proses penyelidikan terhadap peristiwa pemboman oleh aparat kemanan sedang berjalan.
Prabowo yang berpasangan dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu pasangan yang sampai sekarang masih mempertanyakan keabsahan proses Pemilihan Presiden 8 Juli 2009.
Tim sukses pasangan Megawati dan Prabowo selama ini getol melaporkan berbagai indikasi kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan Pemilihan Presiden. Bahkan, mereka juga yang memperkarakan teleconference Presiden SBY dengan para kepala daerah sehari menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden karena diduga merupakan kampanye terselubung.
Prabowo menilai sangat tidak bijak jika ketidakpuasan terhadap hasil Pemilihan Presiden langsung dikaitkan dengan pemboman yang memakan korban jiwa sembilan orang itu.
“Mereka yang kecewa, termasuk saya dengan hasil Pemilu, tetap kami tempuh jalur hukum. Tapi bukan dengan cara itu (pemboman),” katanya. "Itu jauh di luar dari pemikiran kami yang kalah dan mempertanyakan hasil Pilpres.”
Paska pemboman, SBY langsung menggelar konferensi pers di Istana. Dia menyebut pemboman itu sebagai aksi teroris. Dia menduga tindakan ini terkait dengan hasil Pemilihan Presiden yang telah memenangkannya.
"Diketahui ada rencana tindakan kekerasan dan melawan hukum berkaitan dengan hasil pemilu," kata Presiden.
|
VIVAnews -
Sebuah foto yang melihatkan kepala yang terluka beredar di internet dan
Blackberry Messenger. Foto ini diduga kepala salah satu pengebom bunuh
diri di Hotel JW Marriott & Ritz Carlton, Jakarta. Kebenaran foto
ini masih kami telusuri.
Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang
Hendarso Danuri, sore tadi menyatakan jumlah pelaku peledakan Hotel JW
Marriott dan Ritz Carlton sebanyak dua orang. Mereka meledakkan bom
dengan bunuh diri.
"Dari olah TKP, ada dua pelaku bom bunuh diri," kata Bambang Hendarso Danuri di Hotel Marriott, Jakarta, Jumat 17 Juli 2009.
Menurut
Bambang Hendarso, bagian tubuh pelaku peledakan di dua lokasi ledakan.
Bagian kepala pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton ditemukan utuh.
"Sedangkan
yang di JW Marriot, batok kepalanya lepas. Tetapi kulit mukanya masih
bisa diidentifikasi. Nantinya, dapat dilakukan reka ulang melalui
peralatan polisi," ujar dia.
Bambang Hendarso menjelaskan,
polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Dari saksi itu, lanjutnya,
diketahui jumlah pelaku adalah dua orang.
Sembilan orang tewas
dalam ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, sekitar pukul 07.40
WIB. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang memakai topi dengan
membawa tas trolly di tengah lobi. Tak lama kemudian, terjadi ledakan.
Berdasarkan
rekaman video yang ditayangkan TvOne, dari dalam Hotel Ritz Carlton
terlihat seorang membawa tas dari depan hotel pagi tadi, Jumat, 17 Juli
2009.
Pria mengenakan baju berwarna gelap itu mengenakan topi
dan membawa dua tas. Satu tas berjenis trolly yang diseret dengan
tangan kanan, satu tas lainnya dijinjing di bahu kanan.
Dalam
video itu terlihat pelaku sudah masuk ke dalam lobi dan langsung
mengambil ke arah kanan. Sejumlah petugas di dekat detektor logam
terlihat sudah memperhatikan si orang mencurigakan itu.
Usai
dari lobi dalam hotel, si pelaku masuk ke dalam area restoran. Tak lama
kemudian, sekitar 30-40 detik kemudian, terjadi ledakan. Tepat di
belakang pelaku ledakan, terdapat seorang warga asing yang mengenakan
baju berwarna putih.
Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di
Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Sebanyak 61 orang
korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya
menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur
PT Holcim, Timothy McKay.
|
"Ada
data intelijen," kata Andi di lokasi ledakan, Jumat 17 Juli 2009 malam.
"Jangan buru-buru menyatakan tidak terkait," kata salah satu Ketua
Partai Demokrat itu.
Menurut Andi, pernyataan Presiden itu wujud
keinginan agar kasus pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton
diinvestigasi tuntas. Pernyataan presiden sama sekali tidak buru-buru.
"Maka marilah semua dibuka dan temukan kebenaran," katanya.
Salah
satu yang disinggung SBY dalam pernyataan di Kantor Presiden, diungkap
bahwa ledakan bom ini mungkin terkait hasil Pemilu dan Pemilihan
Presiden. Andi lalu menyatakan, pernyataan itu tidak spesifik menuduh
satu pihak. "Pernyataan presiden sama sekali tidak menyudutkan
siapa-siapa, mari semua diselidiki, dievaluasi, siapa berkaitan dengan
apa, dan bagaimana," kata Andi.
Dan SBY pun tidak main-main
dengan pernyataannya karena dibekali data intelijen. "Ini data
intelijen yang langsung diberikan pada Presiden. SBY mengajak rakyat
untuk waspada. Data intelijen istilahnya A1, sudah valid," kata Andi.
Sembilan
korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton,
Jakarta Selatan, Jumat pagi ini. Sebanyak 61 orang korban luka
dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya menjalani rawat
inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim,
Timothy McKay.
Penasaran dengan pernyataan SBY? Baca Pernyataan SBY Soal Pelaku Peledakan Bom.