dayaqink


Penampakan Hantu Michael Jackson

Penampakan hantu Michael Jackson ini ditemukan saat wawancara yang disiarkan oleh CNN di Neverland. Video hantu terbaru ini dikirimkan oleh seorang fans Michael Jackson di YouTube. Apakah benar itu merupakan arwah sang maestro Pop yang gentayangan? 

 Lihat  sendiri videonya 


Berita Terbaru
Ledakan di Marriot dan Ritz Carlton
Pernyataan SBY Soal Pelaku Peledakan Bom

um'at, 17 Juli 2009, 16:48 WIB

Umi Kalsum, Nur Farida Ahniar



VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mensinyalir ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terkait erat dengan kelompok teroris. Ia memiliki bukti soal keterlibatan kelompok ini.

Ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang terjadi pukul 07.45 WIB dan pukul 07.47 WIB telah menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang.

SBY mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Istana Negara, Jumat 17 Juli 2009. Berikut pernyataan lengkap SBY:

Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua,
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin,

Saudara-saudara, rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia.

Aksi yang tidak berperi kemanusiaan ini, juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini atas nama negara dan pemerintahan dan selaku pribadi, maka bagi para keluarga yang ditinggalkan saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban, hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saudara-saudara, aksi pemboman yang keji dan tidak berperikemanusiaan ini serta tidak bertanggungjawab ini, terjadi ketika baru saja bangsa Indonesia melakukan pemungutan suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang menghitung hasil pemungutan suara itu. Kejadian ini yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini, juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tepat, aman, tenang dan damai, dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilu 2009 ini kita semua segera bersatu, membangun kembali negara kita, untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Terus terang juga, aksi pemboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elit disertai sebagaimana yang saya ikuti setiap hari, ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan yang itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu.

Saudara-saudara saya yakin, hampir semua diantara kita merasa prihatin, berduka, prihatin, dan menangis dalam hati, seperti yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan keangkara murkaan. Mereka segelintir orang itu tidak memilki rasa kemanusiaan dan tidak perduli dengan kehancuran negara kita, akibat aksi teror ini yang dampaknya luas bagi ekonomi kita iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra kita dimata dunia dan lain-lain lagi.

Saat ini saudara-saudara disamping kita pemerintah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk merawat saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam aksi pemboman ini investigasi juga tengah dilakukan. Saya telah menerima laporan awal dari investigasi yang sedang berlangsung ini. Setelah saya menerima laporan awal, saya telah menginstruksikan kepada Polri, Badan Intelejen Negara, dan badan lembaga-lembaga lain terkait untuk melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh serta mengadili pelaku-pelakunya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Saya yakin sebagaimana yang dapat kita ungkapkan diwaktu yang lalu, para pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan dapat kita tangkap dan akan kita adili secara hukum. Saya juga menginstruksikan kepada para penegak hukum untuk juga mengadili siapa saja yang terlibat dalam aksi terorisme ini, siapapun dia, apapun status dan latar belakang
politiknya.

Pagi ini saya mendapat banyak sekali pertanyaan, atau saudara-saudara yang mengingatkan kepada saya. Yang berteori paling tidak mencemaskan, kalau aksi teror ini berkaitan dengan hasil pemilihan Presiden sekarang ini. Saya meresponnya sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main tuding dan main duga begitu saja, semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan negara demokrasi. Oleh karena itu norma hukum dan norma demokrasi harus betul-betul kita tegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersalah secara hukum, baru kita bisa mengatakan yang bersangkutan salah.

Saya harus mengatakan untuk yang pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan
Presiden dan pemillihan Wakil Presiden tahun 2009 ini memang ada sejumlah intelegen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun kita pantau dan kita ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran, dijadikan lisan tembak.

Saya tunjukkan, ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih menembak (sambil menunjukkan foto-foto yang didapat dari badan intelegen). Dua orang menembak pistol. Ini sasarannya, dan ini foto saya dengan perkenaan tembakan di wilayah muka saya, dan banyak lagi. Ini intelegen, ada rekaman videonya, ada rekaman gambarnya, bukan fitnah bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat yang lalu.

Masih berkaitan dengan intelegen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Adapula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang, ini intelegen bukan rumah bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu.

Dan puluhan intelegen lain yang sekarang berada di pihak yang berwenang, tadi pagi terus terang sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi, Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril, masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman setiap saat bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik. Tetapi tentu hidup dan mati tentu di tangan Allah SWT, tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya, untuk rakyat untuk negara ini. Dan karena pengaman Presiden itu berada di pundak TNI saya yakin TNI telah mengambil langkah-langkah seperlunya.

Terhadap semua intelegen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman hari ini atau tidak terkait, saya menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugasnya dengan benar, objectif tegas dan dapat dipertanggungjawabkan, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait ancaman-ancaman yang tadi itu, dengan aksi pemboman hari ini, tetaplah harus dicegah, harus dihentikan, karena anarki, tindakan kekerasan, pengrusakan, tindakan melawan hukum bukan karakter demokrasi, bukan karakter negara hukum. Sangat jelas, atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, mengutuk keras aksi teror yang keji ini, saya juga sangat-sangat prihatin dengan kejadian ini.

Barangkali atau biasanya dalam keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang kurang berani menyampaikan kecaman dan kutukannya, barangkali karena pertimbangan politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu, karena demikian amanah saya sebagai Kepala Negara.

Mengapa saya sangat-sangat prihatin? Pertama, saudara tahu lima tahun terakhir ini ekonomim kita tumbuh dengan baik, dunia usaha, kepariwisataan, swasembada pangan, investasi, perdagangan, sektor riil semua bergerak, meskipun kita menghadapi krisis-krisis global yang datang silih berganti. Yang kedua satu minggu terakhir ini saja, nilai saham kita menguat tajam, nilai tukar rupiah juga menguat. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat kita sesungguhnya secara bertahap terus juga meningkat, termasuk dapat dilaksanakannya program-program penanggulangan kemiskinan, program-program pengurangan pengangguran atau yang sering saya sebut dengan program pro rakyat.

Semua itu terjadi saudara-saudara, karena tahun-tahun terakhir ini negara kita benar-benar aman dan damai. Sehingga disamping ekonomi tumbuh, rakyat kita diseluruh pelosok Tanah Air, bisa bekerja, bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang, bebas dari rasa ketakutan. Sementara itu citra kita di mata dunia tahun-tahun terakhir ini juga makin meningkat, karena dunia menilai negara kita makin aman, tertib dan damai. Negara kita memiliki kehidupan demokrasi yang makin mekar, serta penghormatan kepada Hak Azasi Manusia yang makin baik, negara yang ekonominya juga tumbuh, dan negara yang berperan dalam percaturan global. Bahkan, ini yang sangat memilukan, sebenarnya kalau tidak ada kejadian ini, klub Sepak bola terkenal di dunia, Manchaster United, berencana untuk bermain di Jakarta.

(SBY kemudian terdiam lama)

Saudara-saudara dengan aksi-aksi teror yang keji dan tidak bertanggungjawab ini, apa yang kita bangun hampir lima tahun terakhir
ini, oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia, lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran. Lagi-lagi dampak buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus mereka-mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu.

Oleh karena itu, kebenaran dan keadilan, serta tegakknya hukum harus diwujudkan. Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman ini, berikut otak dan penggeraknya ataupun kejahatan-kejahatan lain yang mungkin atau dapat terjadi di negeri kita sekarang ini.

Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya minta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi teror. Dan kemudian yang lebih penting lagi, para penegak hukum harus betul-betul mencari, menangkap dan mengadili para pelaku, para penggerak, dan otak dibelakang kekerasan ini.

Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita.

Agar tugas untuk mencegah dan memberantas terorisme ini serta kejahatan-kejahatan yang lain dapat dilaksanakan dengan baik, intelegen harus benar-benar tajam. Pencegahan harus benar-benar efektif. Polri, BIN, TNI harus benar-benar bersinergi sikap lengah dan menganggap ringan sesuatu harus dibuang jauh-jauh. Ini amanah kita kepada rakyat, kepada negara.

Kepada rakyat Indonesia seraya juga meningkatkan kewaspadaan tetaplah menjalankan provesi dan kehidupan saudara secara normal. Jika ada keganjilan, segera beritahu Polri. Jangan biarkan kaum teroris beserta otaknya berkeliaran di sekeliling saudara. Saudarapun bisa menjadi korban setiap saat manakala kaum teroris itu dibiarkan merancang lagi aksi-aksi terornya di negeri kita ini. Selanjutnya kedepan, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, seluruh komponen bangsa, untuk marilah kita lebih bersatu dan menjaga keamanan dan perdamaian di negeri ini.

Bangsa manapun, agama apapun, kita semua tidak membenarkan terorisme, apapun motif dan alasannya. Jangan ragu-ragu, jangan setengah hati, dan jangan takut, untuk mencegah dan memberantas terorisme. Sementara itu aksi teror yang terjadi hari ini jangan pula menghalangi semangat dan upaya kita untuk membangun dan memajukan negara kita ini. Kita terus berjuang dan membikin lebih baik, demokrasi dan penghormatan HAM lebih baik, penegakan hukum, pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.

Memang ada kerusakan akibat aksi terorisme hari ini, mari bersama-sama kita perbaiki dan kemudian mari kita terus bangkit dan maju kembali. Kita bangsa, negara, rakyat tidak boleh kalah dan menyerah kepada terorisme. Tidak boleh membiarkan kekerasan, ektrimitas dan kejahatan-kejahatan lain, terus tumbuh di negeri ini. Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT akan melindungi kehidupan bangsa Indonesia. Dan dengan memohon ridha Allah, SWT saya sampaikan kepada rakyat Indonesia, saya akan terus berada di depan, untuk menghadapi ancaman dan tangangan ini, serta untuk mengemban tugas yang berat namun mulia ini.

Demikian pernyataan saya, terimakasih, Wassalamualaikum Wr Wb.




Ledakan Bom di Ritz Carlton dan Marriott

Ledakan hebat melanda kedua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan, JW Marriott dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuinigan, Jakarta, Jumat (17/9) pagi. Departemen Kesehatan merilis data sementara korban ledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton sejauh ini korban tewas 9 orang dan 55 lainnya luka berat. Foto-foto : VIVAnews/Tri Saputro

Ledakan Ritz Carlton dan JW Marriott
Pasukan kepolisian berjaga-jaga di depan lokasi ledakan Restoran Airlangga, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7). VIVAnews/Tri Saputro


Ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton
Penghuni Kamar 1808 Sudah Dua Hari di Marriot
Ternyata, penghuni kamar 1808 itu sudah menginap selama dua hari.
Jum'at, 17 Juli 2009, 16:22 WIB
Ismoko Widjaya
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sembilan orang tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, sekitar pukul 07.40 WIB. Bahan peledak ketiga yang belum meledak ditemukan di lantai 18, tepatnya di kamar 1808. Ternyata, penghuni kamar 1808 itu sudah menginap selama dua hari.

"Penghuni kamar 1808 sudah menginap sudah dua hari di kamar itu," kata seorang sumber VIVAnews yang memberikan keterangan di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2009.

Sebelumnya, Kepala Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Murad Ismail membenarkan temuan bom di kamar 1808. Namun dia tidak menjelaskan di gedung mana bom itu ditemukan.

"Bom aktif tapi sudah dijinakkan," kata Murad kepada wartawan siang tadi. Menurut Murad, bom yang telah dijinakkan itu telah dibawa ke Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Jakarta.

Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.




Ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton
Prabowo Tidak Terima Pernyataan Presiden SBY
"Itu terlalu berlebihan,” kata Prabowo Subianto di Yogyakarta.
Jum'at, 17 Juli 2009, 16:38 WIB
Siswanto
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (VIVAnews/Tri Saputro)

“Kalau ada yang menyatakan dalang aksi teror itu orang yang sakit hati dengan hasil Pemilihan Presiden, itu terlalu berlebihan,” kata Prabowo di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Jumat 17 Juli 2009.

Prabowo menilai pernyataan SBY itu tanpa pertimbangan matang dan terlampau buru-buru membuat kesimpulan. Padahal, proses penyelidikan terhadap peristiwa pemboman oleh aparat kemanan sedang berjalan.

Prabowo yang berpasangan dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu pasangan yang sampai sekarang masih mempertanyakan keabsahan proses Pemilihan Presiden 8 Juli 2009.

Tim sukses pasangan Megawati dan Prabowo selama ini getol melaporkan berbagai indikasi kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan Pemilihan Presiden. Bahkan, mereka juga yang memperkarakan teleconference Presiden SBY dengan para kepala daerah sehari menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden karena diduga merupakan kampanye terselubung.

Prabowo menilai sangat tidak bijak jika ketidakpuasan terhadap hasil Pemilihan Presiden langsung dikaitkan dengan pemboman yang memakan korban jiwa sembilan orang itu.

“Mereka yang kecewa, termasuk saya dengan hasil Pemilu, tetap kami tempuh jalur hukum. Tapi bukan dengan cara itu (pemboman),” katanya. "Itu jauh di luar dari pemikiran kami yang kalah dan mempertanyakan hasil Pilpres.”

Paska pemboman, SBY langsung menggelar konferensi pers di Istana. Dia menyebut pemboman itu sebagai aksi teroris. Dia menduga tindakan ini terkait dengan hasil Pemilihan Presiden yang telah memenangkannya.

"Diketahui ada rencana tindakan kekerasan dan melawan hukum berkaitan dengan hasil pemilu," kata Presiden.




Ledakan di JW Marriott & Ritz Carlton
Foto Kepala yang Diduga Pelaku Beredar
Berdasarkan keterangan Kapolri, kemungkinan ini pengebom bunuh diri di Ritz Carlton.
Jum'at, 17 Juli 2009, 23:35 WIB
Arfi Bambani Amri
Foto kepala yang diduga pelaku bom bunuh diri di JW Marriot 17 Juli 2009  

VIVAnews - Sebuah foto yang melihatkan kepala yang terluka beredar di internet dan Blackberry Messenger. Foto ini diduga kepala salah satu pengebom bunuh diri di Hotel JW Marriott & Ritz Carlton, Jakarta. Kebenaran foto ini masih kami telusuri.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, sore tadi menyatakan jumlah pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebanyak dua orang. Mereka meledakkan bom dengan bunuh diri.

"Dari olah TKP, ada dua pelaku bom bunuh diri," kata Bambang Hendarso Danuri di Hotel Marriott, Jakarta, Jumat 17 Juli 2009.

Menurut Bambang Hendarso, bagian tubuh pelaku peledakan di dua lokasi ledakan. Bagian kepala pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton ditemukan utuh.

"Sedangkan yang di JW Marriot, batok kepalanya lepas. Tetapi kulit mukanya masih bisa diidentifikasi. Nantinya, dapat dilakukan reka ulang melalui peralatan polisi," ujar dia.

Bambang Hendarso menjelaskan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Dari saksi itu, lanjutnya, diketahui jumlah pelaku adalah dua orang.

Sembilan orang tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, sekitar pukul 07.40 WIB. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang memakai topi dengan membawa tas trolly di tengah lobi. Tak lama kemudian, terjadi ledakan.

Berdasarkan rekaman video yang ditayangkan TvOne, dari dalam Hotel Ritz Carlton terlihat seorang membawa tas dari depan hotel pagi tadi, Jumat, 17 Juli 2009.

Pria mengenakan baju berwarna gelap itu mengenakan topi dan membawa dua tas. Satu tas berjenis trolly yang diseret dengan tangan kanan, satu tas lainnya dijinjing di bahu kanan.

Dalam video itu terlihat pelaku sudah masuk ke dalam lobi dan langsung mengambil ke arah kanan. Sejumlah petugas di dekat detektor logam terlihat sudah memperhatikan si orang mencurigakan itu.

Usai dari lobi dalam hotel, si pelaku masuk ke dalam area restoran. Tak lama kemudian, sekitar 30-40 detik kemudian, terjadi ledakan. Tepat di belakang pelaku ledakan, terdapat seorang warga asing yang mengenakan baju berwarna putih.

Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.



Ledakan di JW Marriott & Ritz Carlton
Mallarangeng: SBY Dibekali Data Intelijen A1
Jadi pernyataan SBY tadi tidak buru-buru karena sudah dibekali data intelijen yang valid.
Sabtu, 18 Juli 2009, 00:13 WIB
Arfi Bambani Amri, Yudho Rahardjo
Andi Mallarangeng (www.presidensby.info)
VIVAnews - Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, menyatakan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perihal ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton tidak buru-buru. Pernyataan SBY yang kemudian dikecam kubu Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto itu dibekali data intelijen.


"Ada data intelijen," kata Andi di lokasi ledakan, Jumat 17 Juli 2009 malam. "Jangan buru-buru menyatakan tidak terkait," kata salah satu Ketua Partai Demokrat itu.

Menurut Andi, pernyataan Presiden itu wujud keinginan agar kasus pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton diinvestigasi tuntas. Pernyataan presiden sama sekali tidak buru-buru. "Maka marilah semua dibuka dan temukan kebenaran," katanya.

Salah satu yang disinggung SBY  dalam pernyataan di Kantor Presiden, diungkap bahwa ledakan bom ini mungkin terkait hasil Pemilu dan Pemilihan Presiden. Andi lalu menyatakan, pernyataan itu tidak spesifik menuduh satu pihak. "Pernyataan presiden sama sekali tidak menyudutkan siapa-siapa, mari semua diselidiki, dievaluasi, siapa berkaitan dengan apa, dan bagaimana," kata Andi.

Dan SBY pun  tidak main-main dengan pernyataannya karena dibekali data intelijen. "Ini data intelijen yang langsung diberikan pada Presiden. SBY mengajak rakyat untuk waspada. Data intelijen istilahnya A1, sudah valid," kata Andi.

Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat pagi ini. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.

Penasaran dengan pernyataan SBY? Baca Pernyataan SBY Soal Pelaku Peledakan Bom.





Make a Free Website with Yola.