dayaqink


JEMBATAN MAAF

Alkisah ada dua orang kakak-beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian dan bahu-membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerja-sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalah-pahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf Tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan", kata pria itu dengan ramah. "Barangkali Tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan."

"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku,...... ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya."

Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat Tuan merasa senang."

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku.

Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku", kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itupun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.

"Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini", kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."


KASIH AGAVE ATAU CINTA EROS ?

Sulit untuk memberi dan menerima KASIH apabila Anda tidak memahami maknanya...
Banyak orang mengira bahwa kasih adalah hal perasaan, tetapi sebenarnya Kasih lebih daripada sekedar perasaan...
Begitu seringnya kita mempercayai perasaan kita, dan membiarkan perasaan memotivasi kita untuk melakukan apa saja meskipun hal itu tidak ingin kita lakukan...
Konsep yang salah lainnya adalah bahwa Kasih tidak dapat dikendalikan...
Firman Allah menunjukkan bahwa kita mempunyai kontrol atas orang-orang yang kita kasihi ataupun tidak...

Kasih menyangkut dua hal:
Pertama, KASIH adalah masalah pilihan...
Alkitab berkata "Di atas semuanya itu: kenakanlah Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan da menyempurnakan..." (Kolose 3:14)
Perhatikan kata "KENAKANLAH...", Kasih adalah sesuatu yang dapat kita pilih....
Jika itu hanya sebuah perasaan kita tidak dapat memerintahkannya. Tetapi, kita dapat memerintahkan sebuah pilihan... dan kasih adalah sebuah pilihan yang dikendalikan...
Alkitab juga berkata bahwa Kasih adalah masalah sikap...
Kasih merupakan sesuatu yang kita lakukan, sutu tindakan dan bukan perasaan... (1 Yohanes 3:18)

Terlalu sering kita mengasihi dengan kata-katan atau lidah tanpa sebuah tindakan... Kasih lebih dari sekedar kata-kata, lebih daripada perasaan..

KASIH adalah suatu KOMITMEN untuk BERTINDAK...

Tahukah Anda bahwa Anda sebenarnya mampu mengasihi orang yang bahkan Anda sendiri tidak sukai...
Ingat, Allah meletakkan orang-orang yang tidak kita sukai di sekeliling kita...
Sangat mudah untuk mengasihi orang-orang yang baik atau menyenangkan, tetapi apabila Allah mengajarkan kita untuk mengasihi, Dia akan mengirimkan orang-orang yang sulit dikasihi...
dan kenyataannya, hidup kita dipenuhi dengan orang-orang yang tidak kita sukai...
Kita tidak suka dengan cara beberapa orang berbicara, cara mereka bersikap, berpakaian, tetapi lebih daripada semua itu, kita cenderung tidak suka kepada orang yang memang tidak suka kepada kita...

Saya pernah membaca cerita tentang Lady Astor yang tidak suka dengan Winston Churchill...
Pada suatu hari ia berkata; "Winston, seandainya kamu adalah suamiku, aku akan memasukkan racun arsenik keminuman teh mu..."
Churchill membalas, "Nyonya, seandainya Anda adalah isteri saya, saya pasti akan meminumnya..."

Coba Anda berpikir selam 60 detik...!!!
Anda pasti dapat memunculkan daftar orang-orang tidak Anda sukai...
Mereka mungkin orang-orang yang bernasalh dengan Anda. Setiap orang sulit mengasihi pada waktu-waktu tertentu, termasuk Anda, namun beberapa orang sulit mengasihi sepanjang waktu...

Yesus tidak pernah menuntut kita untuk memiliki kasih yang hangat bagi setiap orang, Dia tidak memiliki emosi yang hangat dengan orang-orang farisi...
Kita tidak perlu menyukai semua orang (ini bukan keluh-kesah), tetapi kita harus mengasihi mereka...

Amien... 


BEBAN HIDUP YANG SEMAKIN BERAT

Kadangkala hidup terasa berat untuk dihadapi penuh duka, masalah dan kacau, saat itulah kita harus ingat di dalam lembah kita tumbuh...

Jika kita selalu berada di puncak gunung dan tidak mengalami kesakitan,
kita tak akan dapat menghargai Kasih Allah dan akan hidup di dalam kesombongan...

Kita harus begitu banyak belajar dan pertumbuhan kita sangat lamban,
kadang kita membutuhkan puncak gunung itu, tetapi di dalam lembah kita tumbuh..

Kita tidak selalu dapat mengerti mengapa sesuatu terjadi begitu adanya,
tetapi aku yakin akan satu hal,Tuhanku selalu besertaku...
Lembah kecil tidaklah berarti bila kita mengenang Kristus di atas salib
Dia melewati lembah kematian; KemenanganNya adalah kejatuhan Iblis...

Ampuni aku Tuhan, karena menggerutu ketika aku merasa sangat lemah.
Berikanlah padaku ingatan bahwa di dalam lembah aku tumbuh...

Terus kuatkanlah aku, Tuhan dan gunakan tiap hari dalam hidupku
untuk membagi kasihMu dengan sesama dan membantu mereka menemukan jalan...

Terima kasih untuk lembah ini, Tuhan karena satu hal yang kutau
puncak gunung sangat menyenangkan tapi di dalam lembah aku tumbuh..!!

INGATLAH...
Jarak terdekat antara masalah dan pemecahannya adalah jarak antara lututmu dan lantai. Seseorang yang berlutut pada Tuhan,dapat menghadapi segalanya...



ADA 3 CARA ALLAH BERBICARA KEPADA KITA :

Allah berbicara kepada kita melalui ALKITAB dan dengan ROH KUDUS... tetapi, bila Dia tidak dapat menarik perhatian Anda, Dia akan memakai KEADAAN...
Sebagai Contoh;

ALKITAB menyuruh kita untuk Rendah Hati dan ROH KUDUS memampukan kita melakukakannya...
Tetapi, jika kita tidak merendahkan hati kita..!!! Dia akan menggunakan KEADAAN untuk merendahkan diri kita...

Ada satu kisah tentang seorang Kanibal yang bertobat di satu pulau dan sementara duduk dekat kuali yang besar sambil membaca Alkitab...
Kemudian datanglah seorang Antropolog yang sedang menyelidiki pulau itu, mendekatinya....
"Apa yang sedang kamu lakukan...?" kata antropolog tersebut...
penduduk asli tersebut menjawab;
"Saya sedang membaca Alkitab..."
Antropolog tersebut tertawa serta mengejek sambil berkata;
"Tidak tahukah kamu bahwa orang modern dan beradab telah menolak buku itu...? Buku itu tidak lebih dari sekedar setumpuk kebohongan, seharusnya Anda tidak perlu buang-buang waktu dengan buku itu..."
Si Kanibal itu menatapnya dari kepala sampai ke jempol kaki dengan perlahan berkata,
"Tuan... kalau bukan karena buku ini, munking Anda sudah berada dalam kuali itu..."
Firman Tuhan mengubah hidupnya dan selera makannya...

ALKITAB adalah sarana Allah untuk mengubah hidup kita (2Tim 3:16-17)...
Jjika Anda sungguh-sungguh ingin mengubah seluruh kehidupan Anda, Anda harus masuk ke dalam Alkitab...Anda perlu membac mempelajari, merenungkan dan menerapkannya...

Kemudian, ROH KUDUS (Roma 8:9-11)...
Saat kita menyerahkan diri kita kepada Kristus, Roh Kudus hadir dalam hidup kita untuk menguatkan dan memimpin kita...
Karena Roh Kudus bekerja dalam diri kita, maka kita menjadi serupa dengan Dia...
Ingat, TUJUAN nomor satu Allah dalam kehidupan Anda adalah menjadikan Anda seperti Kristus...

Sebenarnya Alkitab dan Roh Kudus adalah cara Allah yang paling ideal untuk mengubahkan hidup kita... sayangnya, kita semua cenderung keras kepala dan tidak mau berubah...

Sehingga, akhirnya Allah harus memakai KEADAAN...
Yang di maksud disini adalah; Masalah-masalah, tekanan, keruwetan dan kesulitan-kesulitan hidup...
Seringkali, perlu keadaan yang menderita agar kita kembali memperhatikan Allah...

Hal yang menarik mengenai bagaimana Allah memakai KEADAAN adalah bahwa sumber keadaan itu sama saja bagi Allah...
Masalah kita sering timbul karena keputusan yang kita ambil salah, penilaian yang buruk dan dosa...

Mungkin, masalah itu datang dari orang lain, atau mungkin juga setan membuat masalah bagi kita sebagaimana yang dia lakukan kepada Ayub...
Tetapi sumber masalah itu tidak ada hubungan...melainkan bagaimana RESPON Anda, Allah ingin melihat itu...
Bila Anda mempunyai sumber yang benar, maka Keadaan akan menjadi pembelajaran bagi hidup Anda....

Terkadang perlu pengalaman yang menyakitkan agar kita bisa mengubah cara kita, karena seringkali kita berubah hanya ketika ketakutan atas perubahan diatasi dengan rasa sakit...
Langkah awal dalam perubahan memang terasa tidak nyaman....
Tetapi, pandang Yesus sebagai sumber pengharapan dan penopang Anda... maka Anda akan mampu mengalami perubahan itu...


BERHARAPLAH KEPADA TUHAN  :

Mazmur 12:7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Banyak orang berkata menanti adalah pekerjaan yang paling membosankan. Apa lagi menanti janji yang tidak pasti. Bagi orang yang tidak menyerahkan kepercayaannya sepenuhnya kepada Tuhan, janji Tuhan adalah janji yang tidak pasti. Tetapi bagi kita yang menyerahkan kepercayaan kita sepenuhnya kepada Tuhan, janji Tuhan adalah janji yang pasti. Namun untuk menunggu kegenapan janji Tuhan dibutuhkan kesabaran dan kesetiaan. Kesabaran dan kesetiaan tidak dapat dibuktikan dalam waktu singkat. Tidak seperti kebaikan, kebaikan dapat dilihat orang dalam waktu singkat. Orang yang tadinya jahat bisa tiba-tiba drastis berubah 180 derajat karena pertobatan. Setelah bertobat, dia akan menjadi baik. Namun tidak sama halnya dengan kesabaran dan kesetiaan, ini hanya dapat dibuktikan oleh waktu. Waktulah yang dapat membuktikan apakah seseorang itu sabar/setia atau tidak. Orang yang baik belum tentu sabar dan setia, tetapi orang yang setia sudah pasti adalah orang yang baik.
Dalam Alkitab, kita banyak menemukan janji-janji Tuhan. Untuk menerima janji-janji Tuhan itu maka harus ada pengharapan. Pengharapan bahwa suatu waktu Tuhan akan menepati janji-Nya. Pengharapan akan membuat kita mampu untuk sabar dan setia dalam menanti janji-janji Tuhan itu.

Roma 8:24-25 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Saudaraku, ayat ini menjelaskan bahwa pengharapan berkaitan dengan suatu hal yang tidak dilihat. Janji adalah suatu hal yang saat ini belum menjadi nyata, artinya saat ini kenyataannya belum dapat dilihat. Namun didalam janji ada kekuatan, yaitu kekuatan untuk menantikannya dengan tekun.

Saudaraku, Abraham adalah orang yang sabar dan setia dalam menantikan janji Tuhan. Kita perhatikan ayat dibawah :

Roma 4:18-21 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Secara logika, Abraham sudah tidak punya dasar pengharapan lagi untuk memiliki anak dari perjanjian Tuhan karena dia sudah tua, umurnya sudah hampir 100 tahun dan Sara istrinya, sudah mencapai 75 tahun. Namun Abraham tetap meletakkan pengharapannya kepada Tuhan. Dia meyakini Tuhan pasti tidak akan pernah ingkar janji. Bahkan dia meyakini bahwa Tuhan berkuasa untuk melaksanakan apa yang di janjikan-nya itu.

Saudaraku, apa janji Tuhan yang sedang saudara nantikan saat ini dan sudah berapa lama saudara menantikan-Nya? Apakah saudara menantikan kehadiran seorang anak yang sudah lama saudara tunggu-tunggu? Atau saudara sedang menantikan janji Tuhan dalam pemulihan hidup, pemulihan ekonomi, pemulihan kesehatan dan lain sebagainya. Lihat, Abraham menanti dengan sabar walaupun sudah tidak ada alasannya untuk bersabar. Apa sebenarnya yang ingin Tuhan lihat sehingga harus begitu lama baru Tuhan jawab janji-Nya itu?. Tuhan ingin melihat kesetiaan Abraham. Dan ternyata benar, waktu telah membuktikan kesetiaan Abraham. Walaupun secara fisik Abraham sudah tidak mungkin lagi punya anak tapi dia tetap memiliki iman bahwa Tuhan sanggup melakukan apa yang dijanjikan-Nya itu.

Saudaraku, pengharapan bukan saja butuh kesetiaan, tetapi juga butuh iman. Pengharapan tanpa kesetiaan tidaklah sempurna demikian pula kesetiaan tanpa iman.

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Pengharapan yang sempurna adalah pengharapan yang di sertai dengan iman. Dengan iman kita melihat bahwa kita akan memperoleh apa yang kita harapkan tersebut. Namun satu hal jangan lupa, Iman yang sempurna adalah iman yang disertai dengan penyerahan. Yang dimaksud dengan penyerahan adalah bahwa kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Memang Tuhan telah menyatakan janji-Nya, namun kita tidak bisa memaksa Tuhan untuk segera menepati janji-Nya biarlah kita menyerahkan sesuai dengan waktunya Tuhan. Kita boleh berdoa men-claim janji Tuhan, namun di akhir doa kita biarlah kita berkata “Biarlah kehendak-Mu yang jadi, bukan kehendakku” itulah salah satu contoh iman yang disertai dengan penyerahan.

Oleh sebab itu saudaraku, biarlah kita menantikan kegenapan janji Tuhan dengan sabar. Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan. Mari kita teladani iman Abraham yang menantikan dengan sabar janji Tuhan walaupun secara fisik dia sudah tidak punya pengharapan lagi. Pengharapan yang disertai dengan iman dan penyerahan akan menghasilkan muzizat. Tuhan Yesus memberkati. Amin

Gbu_all
Semangat....


10 CARA MELEPAS BELENGGU DIRI SENDIRI

1. Hadapi kenyataan

Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut...

2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan.

Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama...
Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan...

3. Agar mendapat gambar yang jelas, anda pelu fokus.

Begitu anda mengetahui proyek-proyek mana yang akan anda kerjakan, anda harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya...
Susunlah rencana selangkah demi selangkah apa dan kapan anda harus mengerjakan...

4. Apa yang tertulis di atas kertas adalah rencana, sedangkan apa yang tertulis di kepala adalah mimpi.

Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju pencapaian hasrat seseorang...
Tanpa rencana tertulis, kebanyakan orang akan memulai suatu proyek namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian...

5. Bila anda bergerak itu belum berarti maju.

Gejala pasti anda dalam belenggu kesulitan adalah saat anda telah bekerja keras namun tidak juga mendekati titik sasaran. (Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis.)
Agar anda dapat bergerak maju, anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula...

6. Tidak memilih adalah pilihan.

Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. “Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik,” begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila anda tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa...

7. Pusatkan pada apa yang akan berhasil.

Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya...
Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif. Lipat gandakalah seuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi anda...

8. Bila tidak berhasil, jangan kerjakan.

Salah satu pertanda “manusiawi” adalah “mengerjakan hal yang sama secara terus-menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda...
”...Saya cenderung untuk menyatakan itu sebagai pertanda “humanitas”. Terkadang banyak orang tidak mampu mengakui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya karena alasan harga diri, “sudah dari sononya”, atau sikap keras kepala...
Jika itu adalah anda, maka terimalah moto baru: “Jangan lakukan!” Bila segala sesuatunya tidak berjalan, hentikan, setel kembali persenelling, baru kemudian bergerak maju...

9. Bila anda tidak tahu, mintalah pertolongan.

Kita tidak dapat mengetahui segala hal. Kita pun tak kan mampu memecahkan semua persoalan...
Ada banyak konsultan, penasehat, dan pembimbing yang dapat diajak kerja sama oleh anda untuk memecahkan persoalan anda. Mintalah pertolongan mereka...

10. Bila tidak membuat anda bahagia, jangan kerjakan.

Melaju di jalur menuju kesuksesan anda tidaklah mudah. Mungkin anda tidak mendapatkan keceriaan di setiap langkah anda sehingga membuat anda ingin kembali mundur ke garis start. Namun demikian, secara keseluruhan anda seharusnya merasa bahagia karena ini adalah jalan yang anda pilih...
Bila anda tidak merasa bahagia maka anda perlu mengevaluasi tujuan anda atau bagaimana anda mencapai tujuan tersebut...


Gbu_All
Semangat...

Catatan..
Diadaptasi dari buku: 10 Tips to Getting Out of Your Own Way - Jim Allen



KISAH SEEKOR ANAK ANJING

Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : “Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya”, ujarnya dengan sinis.

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : “Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini”, dengan nada mencemooh.

Teriak seekor domba : “Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini.”

Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.

Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi…..

Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu.

“Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini.”

Kata anjing tua itu : “Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan. ”

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.

Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : “Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih……. ..”

Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya. …

Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

Gbu_All
Semangat....


APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN...??

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Kekristenan itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.

“Tentu saja,” jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


MARI BICARA

Pengkhotbah 3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;

Virginia Safir, seorang terapis keluarga menceritakan sepasang suami istri yg datang kepadanya karena pernikahan mereka yang telah berusia 20 thn membutuhkan bantuan.

Setelah beberapa kali pertemuan, dia meminta mereka masing2 untuk mengatakan secara terbuka apa yang tidak mereka senengi dari pasangannya. Dengan penuh emosi, si suami berkata: “ Aku harap kamu tidak lagi menyajikan bayam yang memuakkan itu!”

Setelah pulih dari rasa terkejutnya, si istri menjawab:” Aku juga ndak suka bayam, tapi kukira kamu menyukainya.”

Sebuah iklan di tv mempunyai motto: “Mari nge the, mari bicara.”
Ya, bila kita perhatikan salah satu penyebab terjadinya konflik baik di rumah tangga, tempat kerja, maupun dilingkungan pelayanan, disebabkan karena adanya miskomunikasi dengan sesama.

Sebenarnya masalah yang dihadapi tidak besar, tetapi tidak atau kurang dibicarakan, akhirnya berujung kepada pertikaian atau kekacauan.

Seandainya saja kita mau saling terbuka, suami istri mau saling jujur, atasan dan bawahan mau berkomunikasi dengan baik, sesama pekerja mau berbicara dari hati ke hati, maka tidak ada persoalan yang terlalu sulit untuk dipecahkan. Tetapi sayang, karena alasan gengsi, masing2 kita lebih suka diajak bicara atau disapa terlebih dahulu (tapi bayangkan bila dalam posisi saling mendiamkan n memendam kejengkelan, salah satu dari kita dipanggil Yang Kuasa? Alamak! Penyesalan pasti.).

Kita mengharuskan orang lain mengerti apa yang kita pikirkan dan rasakan, tapi kita tidak mau mengatakannya. Aneh bukan?

Belum lagi bila kita masih bisa tertawa dan bercanda dengan teman2 tetapi berdiam diri ketika berdua dengan pasangan hidup kita yang sedang kita jengkel…ironis sekali…

Seorang bijak berkata,” Miskomunikasi, komunikasi buruk, atau tidak ada komunikasi dapat menciptakan masalah2 besar.”
Karena itu, hari ini sebelum masalah dalam rumah tangga menjadi besar, cegahlah dengan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama anggota keluarga.

Jangan karena setitik nila merusak susu sebelanga.

Jangan sampai karena kurangnya keterbukaan, maka hancurlah hubungan keluarga. Dan yang terpenting, gunakanlah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia. (Ef 4:29) Ingatlah bahwa kejujuran dan keterbukaan selalu dapat menyelesaikan masalah apa saja. Jadi buanglah semua gengsi, buang jauh2 sikap diam seribu bahasa, dan mulailah berbicara.

Komunikasi adalah sesuatu yang MUDAH, menjadi SUSAH apabila kita TIDAK MEMPRAKTIKKANNYA.


TAMBAHKAN CINTA DAN KURANGI BENCI

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang saja?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya kebiasaan seperti ini?"
Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana".
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran.
Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli... betul-betul seseorang yang sangat baik, tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Kopi asin yang ada gunanya...
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu... tentang kopi asin". Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.
Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Di kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis".
Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.


Make a Free Website with Yola.